Kelak, jika nanti aku tak ada lagi, aku harap sajak ini masih menyambut pagi, menghardik rindu yang tak kunjung pergi. Kelak, jika nanti aku mati, aku harap puisi ini tak bertemu pati. Agar cintaku tetap menggelegar, sampai nanti. Kelak, jika nanti hidupku tak abadi, aku harap sajak ini lebih megah dari candi. Supaya mereka tahu, cintamu kuraih bukan dengan judi. Kelak, jika nanti tubuhku lebur, aku harap baris-baris ini tak masuk liang kubur. Biarkan mereka hanyut, dibawa kabur, menjadi debur. Dan, kelak, jika nanti aku binasa, aku harap baris-baris ini luput dari segala dosa. Sebab ia menjelma rasa, yang tak sanggup ditangkup asa. Dengan demikian, aku bisa tenang. Sebab kata-kata akan selalu menang, dan tak akan pernah tumbang.
10 Januari 2016